PROFIL NAGARI

Diposkan Oleh : Administrator | Tanggal : 29 Juli 2013 17:46:44

    PROFIL NAGARI

 

 

  • Sejarah Nagari

Nagari Lunang Barat Kecamatan Lunang Silaut  adalah salah satu Nagari Pecahan dari Nagari Lunang induk yang Telah dimekarkan pada tahun 2009. Yang mempunyai jarak tempuh dari kecamatan 5 km dan jarak dari kabupaten Sekitar 174 km. Pada mulanya adalah Desa talang sari yang merupakan sebagian wilayah Nagari lunang  Kecamatan Pancung Soal, yang kemudian kecamatan tersebut dimekarkan, jadilah kecamatan Lunang Silaut dan kemudian tahun 2012 kecamatan Lunang silaut dimekarkan kembali dan jadilah kecamatan Lunang pada saat ini, sehingga Nagari Lunang Barat bagian dari kecamatan Lunang.

Nagari Lunang Barat merupakan daerah transmigrasi Lunang II dan Lunang III pada tahun 1981 dan tahun1982 mulailah daerah ini di huni oleh masyarakat yang berasal Trasnmigrasi Lokal ( Sumbar ) dan dari jawa tengah, Jawa timur dan Jawa barat, yang terdiri dari Kab. Magelang, Temanggung,  Kendal dan Semarang ( jawa tengah ). Yang dari jawa timur yaitu Ngawi, Madiun, Ponorogo, dan jawa barat dari Tangerang, Indramayu, dan Kuningan dan Yang Transmigrasi Lokal Berasal dari Balai selasa, Kumbung, Lunang dan Kambang, Juga sebagian dari bayang dan Painan.

Pada tahun 1987/1988 Proyek transmigrasi Lunang II dan Lunang III diserahkan oleh departemen Transmigrasi kepada Pemda tingkat II Pesisir selatan yang awalnya daerah ini dua UPT yaitu UPT Lunang II dan UPT Lunang III, dan terdiri dari Tiga Blok yaitu: Blok B, Blok C dan Blok D dari 3 Blok inilah yang menjadi Dua Desa yaitu  Lunang II dan Lunang III. Untuk Lunang II terdiri Blok B : 2 Dusun dan Blok C : 3 Dusun, sedangkan Lunang III Blok C: 2 Dusun dan Blok D : 3 Dusun. Sehingga berjumlah 10 Dusun. Sbb :

  1. Tanjung Raya 6 . Sumber Sari
  2. Talang Puri    Margo Mulyo
  3. Mekar Jaya Tanjung Mulyo
  4. Wungu Reja   Tanjung Mulyo
  5. Mekar Sari   Ujung Jaya

 

Pada tahun 1983/1984 dengan berlakunya Undang –undang Nonmor 5 tahun 1978 UPT Lunang II dan III berobah menjadi 2 Desa Talang Sari dan desa Tanjung Sari. Sedangkan mengenai desa Talang sari di ambil dari: Talang berarti aliran, sedangkan sari adalah isi yang inti ( jadi suatu aliran yang didalamnya terkandung isi yang inti ) sedangkan desa Tanjung Sari diambil dari Tanjung adalah tanah dataran sedangkan sari adalah isi yang inti ( jadi suatu dataran yang di dalamnya terkandung isi yang inti ) kemudian nama eks desa di jadikan nama-nama. didesa Talang sari dan Tanjung sari.

Semenjak berlakunya Undang-undang nomor 5 tahun 1978 maka UPT Lunang II dan III berubah menjadi Desa Talang Sari dan Desa Tanjung Sari dan telah mempunyai pemerintahan yang mandiri untuk mengatur rumah tangga sendiri di bawah kepemipinan Kepala desa.

Pada tahun 1984 s/d 1985 Desa Talang sari dan Desa Tanjung sari masih berstatus desa swadaya, karena kegigihan dan keuletan masyarakat bersama Pemerintahan Desa Talang Sari dan Tanjung Sari tahun 1987s/d 1988 desa Talang sari dan Tanjung sari meningkat menjadi desa swasembada  sehingga menjadi juara II tingkat kecamatan dan pada tahun 1988 karena kegagalan dalam penempatan rangking masyarakat bahu membahu membangun wilayah desa Talang sari untuk mencapai ketertinggalan dengan melaksanakan berbagai macam kegiatan yang di dukung oleh swadaya.

Setelah berlakunya Undang –undang otonomi daerah terjadi banyak perubahan Paradigma sehingga kebijakan Pemerintah daerah mengembalikan fungsi dan tupoksinya sesuai daerah masing-masing maka keluarlah PERDA yang mengatur kembali ke Nagari. Dengan peraturan daerah kembali ke Nagari maka desa talang sari dan tanjung sari telah berubah dan bergabung kembali ke induk Nagari Lunang, menjadi kampung talang sari dan tanjung sari dan terbagi menjadi bagian-bagian kecil yaitu :

  1. Talang sari I Tanjung Sari I
  2. Talang sari II Tanjung sari III
  3. Talang sari III Tanjung sari IV
  4. Talang sari IV
  5. Tanjung Sari I

Dalam perkembangan ternyata  dengan dipisahkan kampung-kampung tersebut dan menginduk kepada Nagari Lunang mengalami perubahan dratis dalam bentuk kesadaran bersama untuk membangun wilayah yang  selama ini  kuat dan terarah, dan dalam perkembangan selanjutnya terjadi gradasi disegala aspek kehidupan, karena tidak menyatunya kepentingan yang sama antar kampung yang terjadi justru kompetisi yang tidak terkendali. Maka setelah hampir 10 tahun baru dibukanya kran kesempatan mengajukan kembalinya bersatu, Talang Sari I s/d IV dan Tanjung Sari I s/d IV dalam satu wadah pemerintahan otonomi/ mandiri dalam bentuk pemerintahan Nagari, maka bergulirlah pengajuan pemekaran dari Nagari Lunang yang pada awalnya terdiri dari satu Nagari induk dengan membawahi beberapa kampung eks desa.

Setelah mengalami banyak usaha keras dan kesadaran bersama pentingnya membangun wilayah yang didasari pada kepentingan dan tujuan yang sama maka pada tahun 2009 eks Desa Talang Sari dan Tanjung Sari mendapat persetujuan pemerintah  untuk menjadi satu wilayah Pemerintahan Nagari dengan menyatukanya kembali 8 kampung di Talang Sari dan Tanjung sari dalam satu wadah pemerintahan Nagari yaitu Nagari Lunang Barat.

Nama Nagari Lunang Barat diambil berdasarkan persetujuan dan mufakat bersama masyarakat eks Desa Talang Sari dan Tanjung Sari serta melibatkan ninik mamak, cerdik pandai, alim ulama, pemuda dan bundo kanduang sebagai wujud solidaritas dan kebersamaan dalam wilayah sehingga tidak menghilangkan “Asal Usul ” kesejarahan keberadaan masyarakat eks Talang Sari dan Tanjung Sari di kenagarian Lunang, serta sejalan juga dengan lelak dan posisi geografisnya eks Talang Sari dan Tanjung sari berada pada posisi barat  kenagarian Lunang sehingga diambilah nama pemerintahanya bernama Nagari Lunang barat.

Ternyata perjalanan sejarah pemerintahan Nagari Lunang Barat tidak berhenti sampai di situ Dengan adanya kesepakatan untuk mekar kembali maka Nagari Lunang Barat  mekar menjadi tiga Nagari yaitu: Nagari Lunang Dua, Nagari Lunang Tiga dan Nagari Lunang Barat.

Semenjak penjajahan Belanda sampai dengan Tahun 1974 Nagari Lunang Barat masih Hutan belantara dan mulai tahun 1974 baru ada penghuni yang berasal dari balai selasa dengan bukak lahan sendiri, pada saat itu masih di pimpin oleh pemangku adat minang Kabau, yang akhirnya mengikuti program pemerintah ikut masuk Transmigrasi lokal (Translok) pada Tahunn 1981 pada saat itu masih dalam pembinaan Dinas Transmigrasi sampai  Tahun 1982.

 

 

Tabel 01. Daftar Nama yang pernah Menjabat Di Nagari  Lunang Barat      

No

Masa jabatan

Sistem pemerintahan

Nama penjabat

1

Tahun 1982 – 1984

Masa Pembinaan KUPT

 

2.

Tahun 1985 – 1987 

PJS Kepala Desa   

Rambat Mulyadi

3

Tahun 1988 – 1990 

Kepala Desa         

Narpan

4

Tahun1991 -           

PJS Kepala Desa  

Mufayat

5

Tahun 1992  - 1994 

Kepala Desa          

Sudarto

6

Tahun 1994 –        

PJS Kepala Desa     

Sunirjan

7

Tahun 1995 – 1998 

Kepala Desa

Tukiran

8

Tahun 1998 -  2000

Kepala Desa

Nanang abdullah

9

Tahun 2001 – 2009 

menginduk ke Lunang

Bustami

10

Tahun 2010 – 2015 

Wali Nagari

Rambat Mulyadi

11

Tahun 2015 - 2016

Pjs Wali Nagari

Caryanto

12

Tahun  2017- Sekarang

Wali Nagari

Supardi

Dalam perkembangannya Desa sekarang wali Nagari Lunang Barat memiliki   prestasi diantaranya :

  1. Tahun 2007 Juara II Lomba Pawai di Kecamatan.
  2. Tahun 2016 Juara I Lomba Pawai di Kecamatan ( HUT RI )
  3. Tahun 2017 juara 1 pawai alegoris di kecamatan
  4. Tahun 2018 juara II keterbukaan informasi publik 2018 tingkat kabupaten

 

  • Peta dan kondisi Geografis
  1. Batas Wilayah Nagari

Letak geografi Nagari wilayah Nagari Lunang Barat berada di Titik S 2 17’18.8916” E 101 4’56.9676” dengan batas- batas terletak diantara :

 

 

 

 

Tabel 02. Batas- batas wilayah Nagari Lunang Barat

Batas

Nagari

Kecamatan

Sebelah utara

Nagari Lunang

Lunang

Sebelah selatan

Nagari Lunang Sindang

Lunang

Sebelah timur

Nagari Lunang Satu

Lunang

Sebelah barat

Nagari Lunang Dua

Lunang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Luas Wilayah Desa

Tabel. 03 Luas wilayah nagari Lunang Barat

Luas pemukiman

84.9   ha/m2

Luas kampung Tanjung ray

38,6  ha/m2

Luas kampung Talang sari IV

                  46   ha/m2

Luas perkebunan lahan I

123    ha/m2

Laus Perkebunan Lahan 2

1.248 Ha/m2

Luas kuburan

1.00   ha/m2

Luas pekarangan

0.00   ha/m2

Luas taman

1.00   ha/m2

Perkantoran

1.00   ha/m2

Luas prasarana umum lainnya

12.00   ha/m2

Total luas

1.555,5  ha/m2

 

  1. Demografi

Kondisi umum Nagari Lunang Barat dapat di jelaskan sbb: keadaan Alam, Pemerintahan, Perekonomian, sosial budaya serta perkembangan Nagari.

  1. Keadaan alam Nagari: Lunang barat bagian dari dari kecamatan Lunang dengan keadaan alam berbentuk dataran dengan suhu 30 ’C.
  2. Pemerintahan Nagari Lunang Barat berjalan berumur 3 tahun dan dalam perkembanganya semakin membaik dan teratur sesuai dengan peraturan yang ada yang dipipin oleh wali N Dari segi pelayanan administrasi cukup baik dan membentuk kesadaran dengan terkendalinya keamanan dan tidak terjadi keributan dari dalam atau dari luar Nagari walaupun berbeda suku, dan termasuk daerah yang homogen dengan berbagai suku bangsa.

Nagari Lunang Barat  Mempunyai luas tanah sekitar  1.457 ha. dan jumlah Penduduk 1.848 orang dan dibagi 2 Kepala kampung. Yang mayoritas penduduknya adalah Eks Tranmigrasi:

 

Tabel 04. Orbitasi Nagari Lunang Barat

Orbitasi

 

 

Jarak ke ibu kota kecamatan

10.00 Km

Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan  dengan kendaraan bermotor

 0,15 Jam

Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan  dengan berjalan kaki  atau kendaraan non bermotor 

 2.00 Jam

Kendaraan umum ke ibu kota kecamatan

 0.00 unit 

Tidak

 

 

Jarak ke ibu kota kabupaten/kota

185.00 Km

Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten dengan kendaraan bermotor

 4.00 Jam

Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten  dengan berjalan kaki  atau kendaraan non bermotor 

  37.00 Jam

Kendaraan umum ke ibu kota kabupaten/kota

  3.00 unit 

Ada

 

 

Jarak ke ibu kota provinsi

235.00 Km

Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi dengan kendaraan bermotor

 7.00 Jam

Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi dengan berjalan kaki  atau kendaraan non bermotor 

47.00 Jam

Kendaraan umum ke ibu kota provinsi

 3.00 unit

Ada

 

 

 

 

 

Tabel 05. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin

NO

 

jumlah

1

Kepala keluarga

540 KK

2

Laki-laki

955 Orang

3

Perempuan

893 Orang

4

Total penduduk

1848

 

    Tabel 06. Jumlah penduduk berdasarkan Pekerjaan

No

JENIS KELOMPOK

JUMLAH

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

1

Belum atau Tidak bekerja

484

247

217

2

Mengurus Rumah Tangga

343

0

343

3

Pelajar/ Mahasiswa

301

167

134

4

PNS

12

7

5

5

TNI

1

1

0

6

POLRI

0

0

0

7

Petani/Pekebun

423

305

118

8

perdagangan

29

13

16

9

Peternak

0

0

0

10

Nelayan dan perikanan

0

0

0

11

Industri

0

0

0

12

Kontruksi

0

0

0

13

Transportasi

5

5

0

14

Karaywan swasta

96

91

5

15

Karyawan BUMN

3

1

2

16

Karyawan BUMND

0

0

0

17

Honorer

12

4

8

18

Buruh harian lepas

14

14

0

19

Buruh perkebunan

50

42

8

20

Buruh nelayan dan perikanan

0

0

0

21

Buruh peternakan

0

0

0

22

Pembantu

1

0

0

23

Tukang Cukur

0

0

0

24

Tukang Listrik

0

0

0

25

Tukang Batu

0

0

0

26

Tukang Batu

12

12

0

27

Tukang sol sepatu

0

0

0

28

Tukang las/pandai besi

2

2

0

29

Tukang jahit

1

0

0

30

Tukang Gigi

0

0

0

31

Penata Rias

0

0

0

32

Penata Busana

0

0

0

33

Penata Rambut

0

0

0

34

Mekanik

2

2

0

35

Seniman

0

0

0

36

Tabib

1

0

1

37

Paraji

0

0

0

38

Perancang busana

0

0

0

39

Penerjemah

0

0

0

40

Imam masjid

0

0

0

41

Anggota DPRI

0

0

0

42

Anggota DPD

0

0

0

43

Anggota BPK

0

0

0

 

  • Keadaan Sosial Nagari

Narasi tentang keadaan sosial Nagari: Nagari Lunang Barat Merupakan dataran Rendah dan lahan Usahanya adalah Sebagian Tanah Gambut dan sebagian besar tanah mineral, Lahan tersebut dipergunakan untuk pertanian. Dengan jumlah Penduduk 1848 yang terdiri dari laki-laki 955 dan perempuan 893 orang. sedangkan adat istiadat yang berlaku disamping adat minang kabau juga adat  jawa yang menjadi khasanah  kekayaan budaya di Nagari Lunang Barat. Perlakuan  dan budaya yang masih sering tercermin antara lain dalam acara: Perkawinan, khitanan dan kematian, sedangkan pakaian tidak lagi mencerminkan budaya tunggal dan terlihat sangat Nasional.

Nagari Lunang barat telah melaksanakan amanah Perda kembali ke nagari yang dalam kehidupan dan tatanan masyarakat membentuk lembaga-lembaga. Yang di dalamnya terdiri dari unsur Ninik mamak, Alim ulama, cerdik pandai, Bundo kandung serta Pemuda dalam Nagari.

Jiwa sosial dan kegotong royongan lebih dikedepankan, tanpa memandang suku dan golongan, dan ini adalah aset yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat yang terbawa dari asal usul masyarakat jawa pada umumnya.Sehingga penyelenggaraan kematian dan kepentingan bersama tidak lagi terkotak-kotak dalam suku-suku di masyarakat Nagari Lunang Barat.

Tabel 07. jumlah penduduk Nagari Lunang Barat sesuai tingkat Pendidikan

No

Statistik

Jumlah

Laki-laki

perempuan

1

Tidak /Belum sekolah

437

213

224

2

Belum Tamat SD/Sederajat

300

146

154

3

Tamat SD/sederajat

535

280

255

4

SLTP/Sederajat

295

170

125

5

SLTA/Sederajat

236

126

110

6

Diploma I/II

11

3

8

7

Akademi/diploma III/ S  Muda

12

4

8

8

Diploma IV/SI

21

13

8

9

Strata II

1

0

1

10

Strata III

0

0

0

 

Tabel 08. Lembaga Pendidikan

No

Gedung

jumlah

alamat

1

TK/PAUD

2

Kampung tanjung Raya

2

SD/MI

1

Kampung Tanjung raya

3

SLTP

-

 

 

 

 

 

 

  1. Kesehatan
  2. Kematian Bayi

 

No

 

jumlah

1

Bayi lahir pada Tahun ini

43 Orang

2

Bayi meninggal Tahun ini

-       1  Orang

 

 

  1. Kematian Ibu Melahirkan

No

 

Jumlah

1

Jumlah ibu melahirkan Tahun ini

43 Orang

2

Jumlah melahirkan meninggal tahun ini

1 Orang

  1. Cakupan Imunisasi

No

 

Jumlah

1

Cakupan Imunasasi polio

51 Orang

2

Cakupan Imunisasi DPT

 48 Orang

3

Cakupan Imunisasi cacar

-        orang

     d.Gizi Balita

No

 

 

1

Jumlah Balita

81 Orang

2

Balita Gizi Buruk

2 orang

3

Balita gizi baik

79 Orang

4

Balita  gizi kurang

-       Orang

 

 

Tabel 08. Pemenuhan air bersih Nagari Lunang Barat

No

 

 

1

Pengguna sumur galian

171 KK

2

Pengguna air PAM

360 KK

3

Pengguna sumur  bor

9  KK

4

Pengguna sumur hidran umum

- KK

5

Pengguna air sungai

- KK

 

    Tabel 09.Data Keagamaan Nagari Lunang Barat

No

Agama

Jumlah

1

Islam

1825 Orang

2

Khatolik

-          Orang

3

Kristen

23 Orang

4

Hindu

-          orang

5

Budha

-          orang

 

 

 

 

 

 

                              :

Tabel 10. Data Tempat Ibadah

     Jumlah tempat ibadah :

No

Tempat

Jumlah

1

Masjid/ Musholla

10  buah

2

Gereja

-          Buah

3

Pura

-          Buah

4

Vihara

-          Buah

 

2.2.3 Keadaan Ekonomi

Keadaan Ekonomi Masyarakat di Lunang Barat pada umumnya usaha di bidang pertanian Kelapa sawit yang serba menggunakan alat manual, sehingga untuk penghasilanyapun apabila harga sawit  diatas 1000 Rp/ kg maka kehidupan masyarakat cukup baik. keadaan perekonomian masyarakat cukup baik dengan sumber daya alam yang dimanfaatkan  sebagai sentra perkebunan kelapa sawit dan berbagai kegiatan perekonomian lainya antara lain budi daya dan usaha kecil, kerajinan yang telah menjadi bahagian kehidupan masyarakat Nagari Lunang barat. Sehingga banyak Produk kerajinan makanan dan berbagai kerajinan industri Rumah tangga menjadi produk yang dikenal dari Nagari Lunang Barat antara Lain: Tahu, tempe dan Mobiler.

  1. TANAMAN PANGAN

 

Tabel 11. Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan

 

Jumlah keluarga memiliki tanah pertanian

45  keluarga

Tidak memiliki

341  keluarga

Memiliki kurang 1 ha

73  keluarga

Memiliki 1,0 – 5,0 ha

58  keluarga

Memiliki 5,0 – 10 ha

45  keluarga

Memiliki lebih dari 10 ha

20  keluarga

Jumlah total keluarga petani

582 keluarga

 

 

 

 

Tabel 12.Luas tanaman pangan  menurut komoditas pada tahun ini

Jagung

12 Ha

72.00 Ton/ha

Kacang kedelai

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Kacang tanah

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Kacang panjang

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Kacang mede

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Kacang merah

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Padi sawah

5.00  Ha

4.00  Ton/ha

Padi ladang

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Ubi kayu

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Ubi jalar

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Cabe

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Bawah merah

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Bawang putih

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Tomat

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Sawi

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Kentang

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Kubis

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Mentimun

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Buncis

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Brocoli

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Terong

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Bayam

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Kangkung

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Kacang turis

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Umbi-umbian lain 

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Selada

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Talas

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Wortel

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

Tumpang Sari

0.00  Ha

0.00  Ton/ha

 

B.PERKEBUNAN

Tabel 13. Pemilikan Lahan Perkebunan

Jumlah keluarga memiliki tanah perkebunan

347.00  keluarga

Tidak memiliki

47.00  keluarga

Memiliki kurang dari 5 ha

347.00  keluarga

Memiliki 10 – 50 ha

2.00  keluarga

Memiliki 50 – 100 ha

0.00  keluarga

Memiliki 100 – 500 ha

0.00  keluarga

Memiliki 500 – 1000 ha

0.00  keluarga

Memiliki lebih dari 1000 ha

0.00  keluarga

Jumlah total keluarga perkebunan 

347.00  keluarga

Kepemilikan Usaha Perkebunan Yang Dimiliki Negara

0.00

Total Luas Perkebunan

0.00

 

Tabel 14. Luas dan hasil perkebunan menurut jenis komoditas

Jenis

Swasta/negara

Rakyat

Luas (ha)

Hasil (kw/ha)

Luas (ha)

Hasil (kw/ha)

Kelapa

0.00

0.00

0.00

0.00

Kelapa sawit

0.00

0.00

429.00  ha

10.70  kw/ha

Kopi

0.00

0.00

0.00

0.00

Cengkeh

0.00

0.00

0.00

0.00

Coklat

0.00

0.00

0.00

0.00

Pinang

0.00

0.00

0.00

0.00

Lada

0.00

0.00

0.00

0.00

Karet

0.00

0.00

0.00

0.00

Jambu Mete

0.00

0.00

0.00

0.00

Tembakau

0.00

0.00

0.00

0.00

Pala

0.00

0.00

0.00

0.00

Vanili

0.00

0.00

0.00

0.00

Jarak pagar

0.00

0.00

0.00

0.00

Jarak kepyar

0.00

0.00

0.00

0.00

Tebu

0.00

0.00

0.00

0.00

Kapuk

0.00

0.00

0.00

0.00

Kemiri

0.00

0.00

0.00

0.00

Teh

0.00

0.00

0.00

0.00

 

  1. C. PETERNAKAN

Tabel 15. Jenis populasi ternak

Jenis Ternak

Jumlah Pemilik

Perkiraan Jumlah Populasi

Sapi

34.00  orang

500   ekor

Kerbau

0.00   orang

0.00   ekor

Babi

0.00   orang

0.00   ekor

Ayam kampung

235.00   orang

500.00   ekor

Jenis ayam broiler

0.00   orang

0.00   ekor

Bebek

0.00   orang

0.00   ekor

Kuda

0.00   orang

0.00   ekor

Kambing

3.00   orang

10.00   ekor

Domba

0.00   orang

0.00   ekor

Angsa

0.00   orang

0.00   ekor

Burung puyuh

0.00   orang

0.00   ekor

Kelinci

0.00   orang

0.00   ekor

Burung walet

17.00   orang

5000.00   ekor

Anjing

10.00   orang

35.00   ekor

Kucing

20.00   orang

40.00   ekor

Ular cobra 

0.00   orang

0.00   ekor

Burung onta

.0.00   orang

0.00   ekor

Ular pithon

0.00   orang

0.00   ekor

Burung  cendrawasih

0.00   orang

0.00   ekor

Burung kakatua

0.00   orang

0.00   ekor

Burung beo

0.00   orang

0.00   ekor

Burung merak

0.00   orang

0.00   ekor

Burung langka lainnya

0.00   orang

0.00   ekor

Buaya

0.00   orang

0.00   ekor

 

 

Dokumen Lampiran : Profil Desa



Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
Isikan kode di gambar